ehmmm. ini merupakan tulisan pertama saya disini jadi kalau ada kesalahan jangan dibully yaa.. saya akan membagikan hasil kerja keras saya selama 3 bulan untuk membuat Askep ini. jadii insyaallah askepnya bener semua.. :) :)
Selamat membaca
Askep Malaria Tertiana
1. Pengkajian
A.
Identitas
Identitas klien
Nama : Nn. A
Jenis kelamin : perempuan
Umur : 17 tahun
Alamat : Jln. Saka
permai, mabu’un
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pelajar
Status perkawinan
: Belum kawin
Agama : islam
Suku/bangsa : banjar/Indonesia
Tanggal masuk RS : 12/04/2011
Diagnois medis : malaria tertiana
No. RM : ̶̶̶
Identitas penanggung
jawab
Nama : Tn. S
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 40 thn
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jln. Saka
permai, mabu’un
Hubungan dengan klien : Ayah klien
B.
Riwayat kesehatan
1. Keluhan
utama
Badan
terasa dingin dan menggigil, disertai mual dan muntah >3 kali, dan sakit
kepala disusul demam tinggi ( 40Oc ).
2. Riwayat
penyakit sekarang
±
8 jam sebelum masuk RS klien mengalami kedinginan disusul demam tinggi ( 40Oc),
klien diperiksakan ke dokter dan langsung dibawa ke RS.
3. Riwayat
penyakit dahulu
Ibu
klien mengatakan bahwa di dalam keluarganya tidak ada yang menderita
penyakit yang sama ( malaria ), seperti
yang diderita klien saat ini, tetapi klien pernah menderita hipotensi dan
hipertermi
4. Riwayat
penyakit keluarga
Ibu
klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
seperti klien ( malaria ) maupun kedinginan.
C.
Pemeriksaan fisik
1. Keadaan
umum
Klien
tampak lemah dan berbaring ditempat tidur dengan kesadaran klien secara
kualitatif adalah compos mentis, sedangkan pemeriksaan status kesadaran klien secara
kuantitatif denhan angka GCS = M4 V5 E6.
Keterangan :
·
Compos mentis :
sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang kadaan
disekelilingnya.
·
M4 :
Respon motorik mengikuti perintah
·
V5 : Respon verbal terorientasi penuh
·
E6 : Respon membuka mata spontan.
TTV
:
·
TD : 90/50 mmHg
·
T :
40OC
·
N : 112 x/menit
·
RR : 23 x/menit
Atropometri
:
·
BB : 43 Kg
·
TB : 154 cm
·
BBI : TB – 100 ± 10 % TB - 100
48,6 – 59,4
Kg
·
LLA : 30 cm
2. Kulit
Tidak
terdapat lesi juga edema pada kulit, kebersihan kulit cukup, warna kulit sawo
matang, tekstur kulit kering, turgor kulit jelek (> 2 detik), suhu tubuh
teraba panas.
3. Kepala
dan leher
Struktur
kepala simetris, tidak ada trauma, rambut lebat, gerakan kepala baik, mampu
menggerakkan kepalanya sesuai keadaan normal, ada nyeri kepala, pasien
mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah, nyerinya seperti ditusuk-tusuk
jarum, nyerinya didaerah kepala kiri atas, dan menyebar keseluruh daerah
kepala, skala nyeri 2( nyeri sedang), apabila nyeri datang lamanya ± 3 menit.
4. Penglihatan
dan mata
Bentuk
mata simetris, penglihatan berfungsi dengan baik, sklera tidak ikterik,
konjungtiva tidak anemis, tidak terdapat kelainan pada mata, klien tidak
menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata.
5. Penciuman
dan hidung
Struktur
hidung simetris, kebersihan cukup ( tidak ada sekret yang menempel pada nostril
) , fungsi sistem penciuman baik dibuktikan dengan klien dapat membedakan bau
kopi dan bau susu, tidak ada epitaksis, polip, tidak ada pendarahan dan
peradangan pada hidung, tidak ada kesulitan dalam bernafas.
6. Pendegaran
dan telinga
Bentuk
telinga simetris, kebersihan baik, sistem pendengaran berfungsi dengan baik,
tidak ada pendarahan, peradangan dan nyeri, klien tidak menggunakan alat bantu
pendengaran.
7. Gigi
dan mulut
Warna
mukosa bibir tampak pucat, lidah dan mulut tampak bersih, tidak ada pendarahan,
fungsi pencernaan bagian atas baik, pasien selalu menggosok gigi, gigi tampak
bersih, tidak terdapat karies, tidak ada nyeri, fungsi mengunyah baik, jumlah
gigi pasien 24, pasien tidak menggunakan gigi palsu.
8. Dada,
pernafasan, dan sirkulasi
Bentuk
dada simetris, ekspansi rongga dada tampak simetris, kualitas nafas/kedalaman
normal, pernafasan 23x/m, batuk/sputum tidak ada, tidak ditemukan adanya nafas
dan bunyi jantung tambahan, perfusi darah keperifer normal, warna ujung-ujung
jari dan bibir tampak pucat, tekstur kulit pasien kering , pasien tidak
mengeluh nyeri dan sesak nafas.
9. Abdomen
Bentuk
abdomen simetris, tidak ada distesi, tidak ada benjolan, warna kulit sawo
matang, tidak ada pembesaran hati, turgor kulit jelek, tidak ada asites, bising
usus terdengar jelas.
10. Genetalia
dan reproduksi
Pada
rektum tidak terdapat lesi, benjolan, massa/hemoroid, tidak ada peradangan pada
genetalia, tidak ada nyeri pada saat BAB/BAK.
11. Ekstermitas
atas dan bawah
Struktur
ekstermitas atas simetris dan ekstermitas bawah simetris, pada ekstermitas atas
dekstra terpasang infus RL 20 tts/m, tidak ada kelainan tulang dan sendi, dalam
keseimbangan tubuh tidak memerlukan bantuan orang lain, tidak menggunakan alat
bantu bergerak seperti kursi roda.
5555
|
5555
|
5555
|
5555
|
·
Skala kekuatan
otot
Skala
|
KenormalanKekuatan (%)
|
Ciri-ciri
|
0
1
2
3
4
5
|
0
10
25
50
75
100
|
-
Paralisis sempurna
-
Tidak ada gerakan,
kontraksi otot dapat dipalpasi atau dilihat
-
Gerakan otot penuh
melawan gravitasi dengan topangan
-
Gerakan yang
normal melawan gravitasi
-
Gerakan penuh
yang normal melawan gravitasi dan melawan tahanan minimal
-
Kekuatan
normal, gerakanpenuh yang normal, melawan gravitasi dan tahanan penuh.
|
D.
Kebutuhan fisik, psikologi, sosial
dan spiritual
1. Aktifitas
dan istirahat
Dirumah :
·
Aktifitas klien
sebagai siswa SMA, pasien beristirahat atau tidur pada malam hari cukup 7 – 8
jam, tidak ada kesulitan pada saat tidur.
Dirumah
sakit :
·
Selama dirumah
sakit klien hanya berbaring ditempat tidur dan kadang-kadang duduk
sekali-sekali dan tampak bicara pada
keluarga, klien tampak melakukan aktivitasnya ditempat tidur, waktu istirahat
klien dirumah sakit 6-7 jam. Pada malam hari tidur klien tidak teratur dan kadang
– kadang terbangun ( 2-3 jam )
2. Personal
hygiene
Dirumah :
·
Klien mandi 2x
sehari, gosok gigi sehabis makan dan memotong kuku apabila dirasa panjang
Dirumah
sakit :
·
Klien diseka
ibunya sebanyak 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas tidak pernah dilakukan
selama di RS, kuku klien tampak bersih dan pendek, klien memotong kuku di RS
sebanyak 1x dalam seminggu (selama perawatan di RS)
3. Nutrisi
Dirumah :
·
Klien makan 3x
sehari kadang lebih, tidak ada makanan pantangan dan nafsu makan klien baik,
minum 7 – 8 gelas/ hari, nafsu makan kadang-kadang menurun.
Dirumah sakit :
·
Klien tidak
menghabiskan porsi makan yang disediakan RS, diet klien BB, klien hanya
menghabiskan ½ porsi dari makanan yang disediakan RS, minumnya ± 5-6 gelas/
hari dan klien mengalami mual dan muntah setelah beberapa jam memakan makanan
4. Eiminasi
Dirumah :
·
Selama diruah
eliminasi klien baik, BAB/BAK normal, tidak mengalami gangguan, klien BAB 1
x/hari, BAK ± 4 x/hari.
Dirumah
sakit :
·
Selama dirumah
sakit eliminasi klien tidak mengalami gangguan, klien BAB 1 x/hari, BAK ± 4 x/hari
5. Seksualitas
Menurut
orang tua klien hubungan klien dengan saudara dan kedua orang tuanya baik.
6. Psikososial
Psiko : Klien tabah dalam menghadapi penyakitnya
dan sedikit khawatir tentang penyakitnya
Sosial : Hubungan klien dengan orang lain sangat
kooperatif yaitu terlihat dari banyaknya teman yang mengunjungi, juga dengan
keluarga- keluarga pasien.
7. Spiritual
Klien
dan keluarganya beragama islam dan yakin bahwa penyakit klien akan sembuh,
klien dan keluarganya selalu berdo’a untuk kesembuhan klien.
E.
Data fokus
Data Subjektif :
·
Klien mengeluh
nyeri dibagian kepala > 3 x
P :
Klien mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah
Q :
Klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum
R
: Klien me ngatakan nyerinya didaerah kepala kiri atas dan menyebar keseluruh kepala
S : Skala nyeri 2 (nyeri sedang)
T : Klien mengatakan apabila nyeri datang
lamanya ± 3 menit
·
Klien
mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·
Klien mengatakan
badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu suhu badan
semakin panas
·
Klien mengatakan
benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas
·
Klien mengatakan
tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi > 3 x
Data
objektif :
1.
Inspeksi
Klien
tampak lemah berbaring ditempat tidur, konjungtiva tampak anemis, mata tampak
cekung, mukosa bibir tampak kering, warna bibir tampak pucat, kulit tampak
kering dan pucat, respirasi 23 x/menit, berat badan 43 Kg
2.
Palpasi
Kulit
teraba hangat dengan suhu 40Oc, turgor kulit jelek ( kembali > 2
detik ), tekstur kulit kasar, nadi 112 x/ menit
3.
Perkusi
Terdengar
bunyi timpani pada abdomen
4.
Auskultasi
Bising
usus 24 x/ menit, suara nafas normal, terdengar systole dan diastole tekanan
darah 90/50 mmHg.
F.
Pemeriksaan penunjang
·
Hasil
pemeriksaan darah ( 14 april 2011 )
-
Pemeriksaan
darah tetes tebal untuk menentukan diagnosa ( penyakit malaria )
-
Hapusan darah ( thin smear ) untuk menentukan
spesies plasmodium ( malaria tertiana )
G. Terapi
farmakologi ( obat-obatan )
·
Resochin 150 mg
2 x 7 tab. Untuk menurunkan demam, mengurangi rasa sakit, mengobati malaria.
Kontra indikasi : pada penderita kolagen dengan kelainan pada peglihatan
·
Infus RL 500 ml
20 tts/menit. Untuk mengembalikan keseimbangan cairan elektrolit. Kontra indikasi
: kelainan ginjal, kerusakan sel hati.
·
Asam mefenamat
500 mg 3 x 1 tab. Untuk menghilangkan rasa nyeri. Kontra indikasi : pada
penderita tukak lambung, radang usus, hipersensitif, gangguan ginjal.
2. Analisa data
No.
|
Data
|
Masalah
|
Etiologi
|
1.
2.
3.
|
DS
:
·
Klien mengeluh
nyeri dibagin kepala > 3 x
P
: klien mengatakan apabila bergerak
nyerinya bertambah
Q
: klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum
R
: klien mengatakan nyerinya di daerah kepala
kiri atas dan menyebar ke seluruh kepala
S
: skala nyeri klien 2 (nyeri sedang)
T
: klien mengatakan apabila nyeri
datang lamanya ± 3 menit
DO
:
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
·
TTV
TD : 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit
RR : 23 x/menit
·
Mukosa bibir
tampak pucat
DS :
·
Klien
mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·
Klien
mengatakan badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu
suhu badan semakin panas
·
Klien
mengatakan benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas
DO :
·
TTV
TD : 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit
RR : 23 x/menit
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
DS :
·
Klien
mengatakan tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi >
3 x
DO :
·
TTV
TD : 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit
RR : 23 x/menit
·
mukosa bibir
tampak kering
·
BB : 43 Kg
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
·
konjungtiva tampak anemis
·
mukosa bibir
tampak kering
·
warna bibir tampak pucat
·
kulit tampak kering dan pucat
|
Nyeri
Hipertermi
Perubahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
|
Proses
inflamasi
Perubahan
pada regulasi temperatur
Asupan
makanan tidak adekuat, anoreksia, mual/ muntah
|
Prioritas masalah
1.
Nyeri
berhubungan dengan proses inflamasi
2.
Hipertermi
berhubungan dengan perubahan pada regulasi temperatur
3.
Perubahan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan tidak
adekuat, anoreksia, mual/ muntah
3.
Perencanaan
No.
|
Hari
/ Tanggal
|
Diagnosa
keperawatan
|
Perencanaan
|
||
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
|||
1.
2.
3.
|
Minggu, 13 april 2011
Minggu,
13 april 2011
Minggu,
13 april 2011
|
Nyeri berhubungan
dengan proses inflamasi.
DS
:
·
Klien mengeluh
nyeri dibagin kepala > 3 x
P : klien mengatakan
apabila bergerak nyerinya bertambah
Q : klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk
jarum
R : klien mengatakan
nyerinya di daerah kepala kiri atas dan menyebar ke seluruh kepala
S : skala nyeri klien
2 (nyeri sedang)
T : klien mengatakan
apabila nyeri datang lamanya ± 3 menit
DO
:
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
·
TTV
TD
: 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit
RR : 23 x/menit
·
Mukosa bibir
tampak pucat
Hipertermi berhubungan
dengan perubahan pada regulasi temperatur.
DS :
·
Klien
mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·
Klien
mengatakan badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu
suhu badan semakin panas
·
Klien
mengatakan benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas
DO :
·
TTV
TD : 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit RR
: 23 x/menit
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan tidak adekuat,
anoreksia, mual/ muntah
DS :
·
Klien
mengatakan tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi >
3 x
DO :
·
TTV
TD : 90/50 mmHg
T : 40OC
N : 112 x/menit
RR : 23 x/menit
·
mukosa bibir
tampak kering
·
BB : 43 Kg
·
Klien tampak
lemah berbaring ditempat tidur
·
konjungtiva tampak anemis
·
mukosa bibir
tampak kering
·
warna bibir tampak pucat
·
kulit tampak kering dan pucat
|
Penurunan
rasa nyeri atau ketidaknyamanan dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
·
Klien tampak
rileks
·
Klien mampu
tidur atau istirahat dengan tenang
·
Klien
melaporkan nyeri hilang
Suhu tubuh kembali
normal, bebas dari kedinginan, tidak mengalami komplikasi yang berhubungan
dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
· Kulit teraba normal
· Suhu tubuh kembali normal 36-37oc
· Klien tidak mengalami kedinginan lagi
Nutrisi dapat
terpenuhi kembali dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
· Menunjukkan peningkatan berat badan atau berat
badan stabil dengan nilai laboratorium normal
|
1.
kaji keluhan
nyeri, lamanya, dan intensitas skala(0-4).
2.
Bantu klien
menentukan posisi yang nyaman
3.
Ajarkan teknik
relaksasi distraksi
4.
Berikan
informasi dan petunju antisipasi mengenai penyebab nyeri
5.
Berikan obat
nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum
aktifitas di jadwalkan.
1.
Pantau suhu
klien, perhatikan menggigil
2.
Pantau suhu
lingkungan
3.
Berikan
kompres hangat, hindari penggunaan alkohol
4.
Ganti baju
bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.
Observasi
tanda-tanda vital terutama suhu
1.
Berikan
makanan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat
2.
Kaji riwayat
nutrisi, , termasuk makanan yang disukai, observasi, dan catat masukan
makanan klien
3.
Timbang berat
badan setiap hari
4.
Berikan dan
bantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan
|
1.Mengiden tifikasi
derajat ketidak nyamanan dan menentukan tindak lanjut intervensi yang akan
dilakukan
2.Menentukan posisi yang nyaman dalam melakukan tirah
baring sesuai dengan kemampuan kondisi klien.
3.
Pengalihan
rasa nyeri terhadap kegiatan lain (mendengarkan musik, membaca) terbukti
dapat mengurangi perhatian klien terhadap nyeri yang dirasakan.
4.
Pemahaman
meningkatkan kerjasama dengan program terapi, meningkatkan penyembuhan dan
proses perbaikan.
5.
Menghilangkan
nyeri, mempermudah kerjasama dengan intervensi terapi lain.
1.
Hipertermi
menunjukkan proses penyakit, dan infeksius akut.
2.
Suhu
lingkungan harus diubah untuk mendekati suhu normal
3.
Membantu mengurangi
demam. Menggunakan alkohol mungkin menyebabkan kedinginan
4.
Mengurangi
kelembapan meningkatkan penguapan
5.
Menentukan
tindakan intervensi selanjutnya
1.
Diltasi gaster
dapat terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode anoreksia
2.
Mengawasi
masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan
3.
Mengawasi
penurunan berat badan atau efektifitas intervensi nutrisi
4.
Meningkatkan
nafsu makan dan pemasukan oral, menurunkan pertumbuhan bakteri, meminimalkan
kemungkinan infeksi.
|
4. Implementasi
No.
|
Pukul
|
Pukul
|
No.
Dx
|
Implementasi
|
Evaluasi
tindakan
|
Paraf
|
1.
2.
3.
|
Senin, 14 april 2011
Senin, 14 april 2011
Senin, 14 april 2011
|
08.00 WITA
10.30 WITA
15 : 30 WITA
|
1.
2.
3.
|
1.
mengkaji
keluhan nyeri, lamanya, dan intensitas skala(0-4).
2.
Membantu klien
menentukan posisi yang nyaman
3.
Mengajarkan
teknik relaksasi distraksi
4.
Memberikan informasi
dan petunju antisipasi mengenai penyebab nyeri
5.
Memberikan obat
nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum
aktifitas di jadwalkan.
1.
Memantau suhu
klien, perhatikan menggigil
2.
memantau suhu
lingkungan
3.
memberikan
kompres hangat, hindari penggunaan alkohol
4.
menganti baju
bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.
mengobservasi
tanda-tanda vital terutama suhu
1.
memberikan makanan sedikit dan makanan tambahan kecil
yang tepat
2.
mengkaji
riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai, observasi dan catat masukan
makanan klien
3.
menimbang
berat badan
4.
memberikan dan
membantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan
|
· Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang setelah
dilakukan tindakan dengan skala nyeri 1(nyeri ringan)
· Klien mengatakan nyerinya terletak dibagian kepala
sebelah kiri selama beberapa menit
· Klien mengatakan suhu tubuh menurun (38oc)
dan tidak mengalami kedinginan lagi setelah dilakukan tindakan
· Klien mengatakan mengalami peningkatan nafsu makan
dan berat badan naik (45 kg) setelah
dilakukan tindakan.
|
No.
|
Hari/
tanggal
|
Pukul
|
No
Dx
|
Implementasi
|
Evaluasi
tindakan
|
Paraf
|
1.
2.
3.
|
Selasa, 15 april 2011
Selasa, 15 april 2011
Selasa, 15 april 2011
|
08:00
WITA
10:30 WITA
15:30 WITA
|
1.
2.
3.
|
1.
Mengkaji
keluhan nyeri, lamanya, dan intensitas skala (0-4) perhatikan petunjuk
verbal, dan non verbal
2.
Membantu klien
menentukan posisi yang nyaman
3.
Mengajarkan
teknik relaksasi distraksi
4.
Memberikan
informasi dan petunjuk antisipasi mengenai penyebab nyeri
5.
Memberikan
obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum
aktivitas dijadwalkan
1.
Memantau suhu
klien (derajat dan pola) perhatikan menggigil
2.
Memantau suhu
lingkungan
3.
Memberikan
kompres hangat, hindari penggunaan alkohol.
4.
Mengganti baju
bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.
Mengobservasi
tanda-tanda vital terutama suhu
1.
Memberikan
makanan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat
2.
Mengkaji
riwayat nutsisi termasuk makanan yang disukai, observasi dan catat masukan
makanan klien
3.
Menimbang
berat badan
4.
Memberikan dan
membantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan
|
· Klien mengatakan tidak merasakan nyeri lagi
setelah dilakukan tindakan dengan skala nyeri 0 (tidak nyeri)
· Klien mengatakan suhu tubuh terasa normal (37oC),
dan tidak pernah mengalami kedinginan lagi setelah dilakukan tindakan
· Klien mengatakan nafsu makan kembali normal dan
berat badan naik (47 Kg) setelah dilakukan tindakan
|
5. Evaluasi
No.
|
Hari/
tanggal
|
Pukul
|
No.
Dx
|
Evaluasi
|
Paraf
|
1.
2.
3.
|
Senin,
14 april 2011
Senin,
14 april 2011
Senin,
14 april 2011
|
08:00
WITA
10:30
WITA
15:30
WITA
|
1.
2.
3.
|
S
:
· Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang setelah
dilakukan tindakan
· Klien mengatakan nyerinya terletak dibagian kepala
sebelah kiri selama beberapa menit
O :
· Skala nyeri 1 (nyeri ringan)
· Klien tampak rileks dan dapat tidur atau istirahat
dengan tenang
A :
Masalah teratasi
sebagian
P :
Intervensi
dilanjutkan
S :
· Klien mengatakan suhu tubuh menurun dan tidak
mengalami kedinginan lagi
O :
TTV
· Suhu : 38oC
· TD : 90/60 mmHg
· RR : 20 X/ menit
· Nadi : 100 x/
menit
· Klien tampak lebih nyaman
A :
Masalah teratasi
sebagian
P :
Intervensi
dilanjutkan
S :
· Klien mengatakan mengalami peningkatan nafsu makan
O :
· Klien mampu menelan makanan > 6 sendok makan
· BB : 45 Kg
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan
|
No.
|
Hari/
tanggal
|
Pukul
|
No.
Dx
|
Evaluasi
|
Paraf
|
1.
2.
3.
|
Selasa,
15 april 2011
Selasa,
15 april 2011
Selasa,
15 april 2011
|
08:00
WITA
10:30
WITA
15:30
WITA
|
1.
2.
3.
|
S
:
· Klien mengatakan tidak merasakan nyeri lagi setelah
dilakukan tindakan
O :
· Skala nyeri 0 (tidak nyeri)
· Klien tampak rileks dan dapat tidur atau istirahat
dengan tenang
A :
Semua masalah
teratasi
P :
Intervensi dihentikan
S :
· Klien mengatakan suhu tubuh terasa normal dan
tidak pernah mengalami kedinginan lagi
O :
TTV
· Suhu : 37oC
· TD : 100/70 mmHg
· RR : 19 X/ menit
· Nadi : 90 x/
menit
· Klien terlihat lebih nyaman dan rileks
A :
Semua masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan
S :
· Klien mengatakan nafsu makan kembali normal dan
berat badan naik
O :
· Klien mampu menghabiskan satu porsi makanan
· BB : 45 kg
A :
Semua masalah
teratasi
P :
Intervensi dihentikan
|
0 komentar:
Posting Komentar