Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 26 Juli 2014

5 lagu barat yang bagus dan enak didengar


assalamualaikum Wr.Wb.
  Halo semua kali ini saya akan membagikan 5 lagu barat yang bagus dan enak didengar versi saya. kalo mau tinggal download aja yaa.. selamat menikmati


1. Be Alright by Justin Bieber


       lagu ini adalah lagu yang paling suka saat ini selain lirik lagunya romantis nada lagunya juga enak banget buat didengerin yang awalnya ga' suka sama si JB ini sekarang jadi ngoleksi lagunya gara-gara lagu ini  hehehe.
download lirics
download lagu





2. They don't know about us by One direction
         lagu ini baguss yang menurutku lagu paling romantis dari 1D ak paling suka pas reff nya " they don't know things we do, they don't know about the i love you's......" pkonya kereen deh lgunya
download lagu
download lirik



3. when you say nothing at all by ronan keating
       walaupun lagunya sudah lama tapi lagunya tetap enak buat didengar. lagunya nga cepat dan ga lambat. kyanya cocok buat yang lagi belajar bahasa inggris.
download lirik
download lagu







4. I live my life for you by firehouse
   
     jenis penyanyi lagu nya ini agak ngerock gituu deh. lirik lagunya so sweet. pkoknya bagus deh kyanya cocok deh buat orang yang suka genre lagu rock terus mau nyanyiin lagu romantis buat pacarnya. cailahh
download lirics
download lagu






5. Fall by Justn bieber
      JB again JB again hehe. JB memang salah satu penyanyi favorit aku soalnya suaranya yang merdu ditambah dengan lagu-lagunya yang bagus. lagu fall ini bagus deh pkonya aku saranin buat kalian semua. :) :)
download lagu
download lirik






   sekian posting dari aku kali ini mudahan dikedepannya dapat mempostkan hal-hal yang lebih bermnfaat buat kalian. terimakasih atas kunjungannya :) :)

Jumat, 25 Juli 2014

Contoh Askep Malaria


ehmmm. ini merupakan tulisan pertama saya disini jadi kalau ada kesalahan jangan dibully yaa.. saya akan membagikan hasil kerja keras saya selama 3 bulan untuk membuat Askep ini. jadii insyaallah askepnya bener semua.. :) :)

Selamat membaca

Askep Malaria Tertiana 

1.    Pengkajian

A.   Identitas
Identitas klien
Nama                                  : Nn. A
Jenis kelamin                      : perempuan
Umur                                  : 17 tahun
Alamat                              : Jln. Saka permai, mabu’un
Pendidikan                         : SMA
Pekerjaan                           : Pelajar
Status perkawinan             : Belum kawin
Agama                                : islam
Suku/bangsa                      : banjar/Indonesia
Tanggal masuk RS            : 12/04/2011
Diagnois medis                  : malaria tertiana
No. RM                             :   ̶̶̶

Identitas penanggung jawab
Nama                                 : Tn. S
Jenis kelamin                      : Laki-laki
Umur                                 : 40 thn
Pekerjaan                           : PNS
Alamat                              : Jln. Saka permai, mabu’un
Hubungan dengan klien     : Ayah klien

B.   Riwayat kesehatan
1.      Keluhan utama
            Badan terasa dingin dan menggigil, disertai mual dan muntah >3 kali, dan sakit kepala disusul demam tinggi ( 40Oc ).

2.      Riwayat penyakit sekarang
            ± 8 jam sebelum masuk RS klien mengalami kedinginan disusul demam tinggi ( 40Oc), klien diperiksakan ke dokter dan langsung dibawa ke RS.

3.      Riwayat penyakit dahulu
            Ibu klien mengatakan bahwa di dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit  yang sama ( malaria ), seperti yang diderita klien saat ini, tetapi klien pernah menderita hipotensi dan hipertermi

4.      Riwayat penyakit keluarga
            Ibu klien mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit seperti klien ( malaria ) maupun kedinginan.

C.   Pemeriksaan fisik
1.      Keadaan umum
            Klien tampak lemah dan berbaring ditempat tidur dengan kesadaran klien secara kualitatif adalah compos mentis, sedangkan pemeriksaan status kesadaran klien secara kuantitatif denhan angka GCS = M4 V5 E6.
Keterangan :
·         Compos mentis : sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang kadaan disekelilingnya.
·         M4            : Respon motorik mengikuti perintah
·         V5         : Respon verbal terorientasi penuh
·         E6            : Respon membuka mata spontan.

TTV :                                                  
·         TD   : 90/50 mmHg
·         T      : 40OC
·         N     : 112 x/menit
·         RR   : 23 x/menit

Atropometri :
·         BB    : 43 Kg
·         TB    : 154 cm
·         BBI  : TB – 100 ± 10 % TB - 100
                  48,6  –  59,4 Kg
·         LLA  : 30 cm

2.      Kulit
            Tidak terdapat lesi juga edema pada kulit, kebersihan kulit cukup, warna kulit sawo matang, tekstur kulit kering, turgor kulit jelek (> 2 detik), suhu tubuh teraba panas.

3.      Kepala dan leher
            Struktur kepala simetris, tidak ada trauma, rambut lebat, gerakan kepala baik, mampu menggerakkan kepalanya sesuai keadaan normal, ada nyeri kepala, pasien mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah, nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum, nyerinya didaerah kepala kiri atas, dan menyebar keseluruh daerah kepala, skala nyeri 2( nyeri sedang), apabila nyeri datang lamanya ± 3 menit.

4.      Penglihatan dan mata
            Bentuk mata simetris, penglihatan berfungsi dengan baik, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, tidak terdapat kelainan pada mata, klien tidak menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata.

5.      Penciuman dan hidung
            Struktur hidung simetris, kebersihan cukup ( tidak ada sekret yang menempel pada nostril ) , fungsi sistem penciuman baik dibuktikan dengan klien dapat membedakan bau kopi dan bau susu, tidak ada epitaksis, polip, tidak ada pendarahan dan peradangan pada hidung, tidak ada kesulitan dalam bernafas.

6.      Pendegaran dan telinga
            Bentuk telinga simetris, kebersihan baik, sistem pendengaran berfungsi dengan baik, tidak ada pendarahan, peradangan dan nyeri, klien tidak menggunakan alat bantu pendengaran.

7.      Gigi dan mulut
            Warna mukosa bibir tampak pucat, lidah dan mulut tampak bersih, tidak ada pendarahan, fungsi pencernaan bagian atas baik, pasien selalu menggosok gigi, gigi tampak bersih, tidak terdapat karies, tidak ada nyeri, fungsi mengunyah baik, jumlah gigi pasien 24, pasien tidak menggunakan gigi palsu.

8.      Dada, pernafasan, dan sirkulasi
            Bentuk dada simetris, ekspansi rongga dada tampak simetris, kualitas nafas/kedalaman normal, pernafasan 23x/m, batuk/sputum tidak ada, tidak ditemukan adanya nafas dan bunyi jantung tambahan, perfusi darah keperifer normal, warna ujung-ujung jari dan bibir tampak pucat, tekstur kulit pasien kering , pasien tidak mengeluh nyeri dan sesak nafas.

9.      Abdomen
            Bentuk abdomen simetris, tidak ada distesi, tidak ada benjolan, warna kulit sawo matang, tidak ada pembesaran hati, turgor kulit jelek, tidak ada asites, bising usus terdengar jelas.

10.  Genetalia dan reproduksi
            Pada rektum tidak terdapat lesi, benjolan, massa/hemoroid, tidak ada peradangan pada genetalia, tidak ada nyeri pada saat BAB/BAK.

11.  Ekstermitas atas dan bawah
            Struktur ekstermitas atas simetris dan ekstermitas bawah simetris, pada ekstermitas atas dekstra terpasang infus RL 20 tts/m, tidak ada kelainan tulang dan sendi, dalam keseimbangan tubuh tidak memerlukan bantuan orang lain, tidak menggunakan alat bantu bergerak seperti kursi roda.
5555
  5555
5555
  5555

·         Skala kekuatan otot
Skala
KenormalanKekuatan (%)
Ciri-ciri
0

1


2


3


4

5
0

10


25


50


75

100

-          Paralisis sempurna

-          Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat dipalpasi atau dilihat

-          Gerakan otot penuh melawan gravitasi dengan topangan

-          Gerakan yang normal melawan gravitasi

-          Gerakan penuh yang normal melawan gravitasi dan melawan tahanan minimal

-          Kekuatan normal, gerakanpenuh yang normal, melawan gravitasi dan tahanan penuh.

D.   Kebutuhan fisik, psikologi, sosial dan spiritual

1.      Aktifitas dan istirahat
Dirumah :
·                    Aktifitas klien sebagai siswa SMA, pasien beristirahat atau tidur pada malam hari cukup 7 – 8 jam, tidak ada kesulitan pada saat tidur.
Dirumah sakit :
·                    Selama dirumah sakit klien hanya berbaring ditempat tidur dan kadang-kadang duduk sekali-sekali dan  tampak bicara pada keluarga, klien tampak melakukan aktivitasnya ditempat tidur, waktu istirahat klien dirumah sakit 6-7 jam. Pada malam hari tidur klien tidak teratur dan kadang – kadang terbangun ( 2-3 jam )

2.      Personal hygiene
Dirumah :
·                    Klien mandi 2x sehari, gosok gigi sehabis makan dan memotong kuku apabila dirasa panjang
Dirumah sakit :
·                    Klien diseka ibunya sebanyak 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas tidak pernah dilakukan selama di RS, kuku klien tampak bersih dan pendek, klien memotong kuku di RS sebanyak 1x dalam seminggu (selama perawatan di RS)

3.      Nutrisi
Dirumah :
·                         Klien makan 3x sehari kadang lebih, tidak ada makanan pantangan dan nafsu makan klien baik, minum 7 – 8 gelas/ hari, nafsu makan kadang-kadang menurun.
Dirumah sakit :
·                         Klien tidak menghabiskan porsi makan yang disediakan RS, diet klien BB, klien hanya menghabiskan ½ porsi dari makanan yang disediakan RS, minumnya ± 5-6 gelas/ hari dan klien mengalami mual dan muntah setelah beberapa jam memakan makanan

4.      Eiminasi
Dirumah :
·                         Selama diruah eliminasi klien baik, BAB/BAK normal, tidak mengalami gangguan, klien BAB 1 x/hari, BAK ± 4 x/hari.
Dirumah sakit :
·                         Selama dirumah sakit eliminasi klien tidak mengalami gangguan, klien BAB 1 x/hari, BAK ± 4 x/hari

5.      Seksualitas
            Menurut orang tua klien hubungan klien dengan saudara dan kedua orang tuanya baik.



6.      Psikososial
Psiko  : Klien tabah dalam menghadapi penyakitnya dan sedikit khawatir tentang penyakitnya
Sosial  : Hubungan klien dengan orang lain sangat kooperatif yaitu terlihat dari banyaknya teman yang mengunjungi, juga dengan keluarga- keluarga pasien.

7.      Spiritual
            Klien dan keluarganya beragama islam dan yakin bahwa penyakit klien akan sembuh, klien dan keluarganya selalu berdo’a untuk kesembuhan klien.

E.   Data fokus

Data Subjektif :
·               Klien mengeluh nyeri dibagian kepala > 3 x
P   :  Klien mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah
Q  :  Klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum
R : Klien me ngatakan nyerinya didaerah kepala kiri atas dan  menyebar keseluruh kepala
S  : Skala nyeri 2 (nyeri sedang)
T  : Klien mengatakan apabila nyeri datang lamanya ± 3 menit
·               Klien mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·               Klien mengatakan badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu suhu badan semakin panas
·               Klien mengatakan benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas
·               Klien mengatakan tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi > 3 x

Data objektif :
1.      Inspeksi
            Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur, konjungtiva tampak anemis, mata tampak cekung, mukosa bibir tampak kering, warna bibir tampak pucat, kulit tampak kering dan pucat, respirasi 23 x/menit, berat badan 43 Kg
2.      Palpasi
            Kulit teraba hangat dengan suhu 40Oc, turgor kulit jelek ( kembali > 2 detik ), tekstur kulit kasar, nadi 112 x/ menit
3.      Perkusi
            Terdengar bunyi timpani pada abdomen
4.      Auskultasi
            Bising usus 24 x/ menit, suara nafas normal, terdengar systole dan diastole tekanan darah 90/50 mmHg.

F.    Pemeriksaan penunjang
·           Hasil pemeriksaan darah ( 14 april 2011 )
-                     Pemeriksaan darah tetes tebal untuk menentukan diagnosa ( penyakit malaria )
-                   Hapusan darah ( thin smear ) untuk menentukan spesies plasmodium ( malaria tertiana )

G.  Terapi farmakologi ( obat-obatan )
·                   Resochin 150 mg 2 x 7 tab. Untuk menurunkan demam, mengurangi rasa sakit, mengobati malaria. Kontra indikasi : pada penderita kolagen dengan kelainan pada peglihatan
·                   Infus RL 500 ml 20 tts/menit. Untuk mengembalikan keseimbangan cairan elektrolit. Kontra indikasi : kelainan ginjal, kerusakan sel hati.
·                   Asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tab. Untuk menghilangkan rasa nyeri. Kontra indikasi : pada penderita tukak lambung, radang usus, hipersensitif, gangguan ginjal.





2.     Analisa data

No.
Data
Masalah
Etiologi
1.




























2.


















3.

DS :
·         Klien mengeluh nyeri dibagin kepala > 3 x
P :  klien mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah
Q : klien mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum
R :  klien mengatakan nyerinya di daerah kepala kiri atas dan menyebar ke seluruh kepala
S : skala nyeri klien 2 (nyeri sedang)
T : klien mengatakan apabila  nyeri datang lamanya  ± 3 menit
DO :
·         Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur
·         TTV
TD   : 90/50 mmHg
T      : 40OC
N     : 112 x/menit
RR   : 23 x/menit
·           Mukosa bibir tampak pucat


DS :
·           Klien mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·           Klien mengatakan badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu suhu badan semakin panas
·           Klien mengatakan benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas
DO :
·         TTV
TD   : 90/50 mmHg
T      : 40OC
N     : 112 x/menit
RR   : 23 x/menit
·         Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur

DS :
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi > 3 x

DO :
·         TTV
TD   : 90/50 mmHg
T      : 40OC
N     : 112 x/menit
RR   : 23 x/menit
·         mukosa bibir tampak kering
·         BB : 43 Kg
·         Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur
·          konjungtiva tampak anemis
·         mukosa bibir tampak kering
·          warna bibir tampak pucat
·          kulit tampak kering dan pucat

Nyeri




























Hipertermi



















Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Proses inflamasi




























Perubahan pada regulasi temperatur

















Asupan makanan tidak adekuat, anoreksia, mual/ muntah

     Prioritas masalah
1.      Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi
2.      Hipertermi berhubungan dengan perubahan pada regulasi temperatur
3.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan tidak adekuat, anoreksia, mual/ muntah










3.  Perencanaan

No.
Hari / Tanggal
Diagnosa   keperawatan
Perencanaan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.














































2.

































3.
Minggu,  13 april 2011












































Minggu, 13 april 2011































Minggu, 13 april 2011
Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi.
DS :
·           Klien mengeluh nyeri dibagin kepala > 3 x
P : klien mengatakan apabila bergerak nyerinya bertambah
Q : klien  mengatakan nyerinya seperti ditusuk-tusuk jarum
R : klien mengatakan nyerinya di daerah kepala kiri atas dan menyebar ke seluruh kepala
S : skala nyeri klien 2 (nyeri sedang)
T : klien mengatakan apabila  nyeri datang lamanya  ± 3 menit
DO :
·           Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur
·           TTV
TD : 90/50 mmHg
        T      : 40OC
        N     : 112 x/menit
        RR   : 23 x/menit
·           Mukosa bibir tampak pucat









Hipertermi berhubungan dengan perubahan pada regulasi temperatur.
DS :
·         Klien mengeluhkan badan terasa dingin dan menggigil
·         Klien mengatakan badan pada saat dingin dan menggigil hilang timbul setelah itu suhu badan semakin panas
·         Klien mengatakan benyak mengeluarkan keringat seperti mandi saat suhu badan panas

DO :
·         TTV
      TD  : 90/50 mmHg
      T      : 40OC
N     : 112 x/menit          RR   : 23 x/menit
·         Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur


Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan tidak adekuat, anoreksia, mual/ muntah
DS :
·         Klien mengatakan tidak nafsu makan disertai mual dan muntah yang telah terjadi > 3 x
DO :
·         TTV
     TD   : 90/50 mmHg
     T      : 40OC
     N     : 112 x/menit
     RR   : 23 x/menit
·         mukosa bibir tampak kering
·         BB : 43 Kg
·         Klien tampak lemah berbaring ditempat tidur
·          konjungtiva tampak anemis
·         mukosa bibir tampak kering
·          warna bibir tampak pucat
·          kulit tampak kering dan pucat

Penurunan rasa nyeri atau ketidaknyamanan dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
·           Klien tampak rileks
·           Klien mampu tidur atau istirahat dengan tenang
·           Klien melaporkan nyeri hilang





























Suhu tubuh kembali normal, bebas dari kedinginan, tidak mengalami komplikasi yang berhubungan dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
·       Kulit teraba normal
·       Suhu tubuh kembali normal 36-37oc
·       Klien tidak mengalami kedinginan lagi














Nutrisi dapat terpenuhi kembali dalam 2 x 2 shift dengan kriteria hasil :
·       Menunjukkan peningkatan berat badan atau berat badan stabil dengan nilai laboratorium normal
1.    kaji keluhan nyeri, lamanya, dan intensitas skala(0-4).


2.    Bantu klien menentukan posisi yang nyaman




3.    Ajarkan teknik relaksasi distraksi







4.    Berikan informasi dan petunju antisipasi mengenai penyebab nyeri


5.    Berikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktifitas di  jadwalkan.


1.    Pantau suhu klien, perhatikan menggigil

2.    Pantau suhu lingkungan





3.    Berikan kompres hangat, hindari penggunaan alkohol


4.    Ganti baju bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.    Observasi tanda-tanda vital terutama suhu




1.   Berikan makanan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat
2.   Kaji riwayat nutrisi, , termasuk makanan yang disukai, observasi, dan catat masukan makanan klien
3.   Timbang berat badan setiap hari



4.   Berikan dan bantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan


1.Mengiden tifikasi derajat ketidak nyamanan dan menentukan tindak lanjut intervensi yang akan dilakukan
2.Menentukan    posisi yang nyaman dalam melakukan tirah baring sesuai dengan kemampuan kondisi klien.
3.      Pengalihan rasa nyeri terhadap kegiatan lain (mendengarkan musik, membaca) terbukti dapat mengurangi perhatian klien terhadap nyeri yang dirasakan.
4.      Pemahaman meningkatkan kerjasama dengan program terapi, meningkatkan penyembuhan dan proses perbaikan.
5.      Menghilangkan nyeri, mempermudah kerjasama dengan intervensi terapi lain.





1.    Hipertermi menunjukkan proses penyakit, dan infeksius akut.
2.    Suhu lingkungan harus diubah untuk mendekati suhu normal
3.    Membantu mengurangi demam. Menggunakan alkohol mungkin menyebabkan kedinginan
4.    Mengurangi kelembapan meningkatkan penguapan


5.    Menentukan tindakan intervensi selanjutnya





1.    Diltasi gaster dapat terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode anoreksia
2.    Mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan




3.    Mengawasi penurunan berat badan atau efektifitas intervensi nutrisi
4.    Meningkatkan nafsu makan dan pemasukan oral, menurunkan pertumbuhan bakteri, meminimalkan kemungkinan infeksi.





4.     Implementasi

No.
Pukul
Pukul
No. Dx
Implementasi
Evaluasi tindakan
Paraf
1.























2.
















3.
Senin, 14 april 2011





















Senin, 14 april 2011














Senin, 14 april 2011
08.00 WITA






















10.30 WITA















15 : 30 WITA
1.























2.
















3.
1.    mengkaji keluhan nyeri, lamanya, dan intensitas skala(0-4).
2.    Membantu klien menentukan posisi yang nyaman
3.    Mengajarkan teknik relaksasi distraksi
4.    Memberikan informasi dan petunju antisipasi mengenai penyebab nyeri
5.    Memberikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktifitas di  jadwalkan.



1.  Memantau suhu klien, perhatikan menggigil
2.  memantau suhu lingkungan
3.  memberikan kompres hangat, hindari penggunaan alkohol
4.  menganti baju bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.  mengobservasi tanda-tanda vital terutama suhu

1.  memberikan  makanan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat
2.  mengkaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai, observasi dan catat masukan makanan klien
3.  menimbang berat badan
4.  memberikan dan membantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan
·      Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang setelah dilakukan tindakan dengan skala nyeri 1(nyeri ringan)
·      Klien mengatakan nyerinya terletak dibagian kepala sebelah kiri selama beberapa menit 








·       Klien mengatakan suhu tubuh menurun (38oc) dan tidak mengalami kedinginan lagi setelah dilakukan tindakan






·      Klien mengatakan mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan  naik (45 kg) setelah dilakukan tindakan.


No.
Hari/ tanggal
Pukul
No Dx
Implementasi
Evaluasi tindakan
Paraf
1.
























2.


















3.
Selasa, 15 april 2011






















Selasa, 15 april 2011
















Selasa, 15 april 2011
08:00
WITA























10:30 WITA

















15:30 WITA
1.
























2.


















3.
1.    Mengkaji keluhan nyeri, lamanya, dan intensitas skala (0-4) perhatikan petunjuk verbal, dan non verbal
2.    Membantu klien menentukan posisi yang nyaman
3.    Mengajarkan teknik relaksasi distraksi
4.    Memberikan informasi dan petunjuk antisipasi mengenai penyebab nyeri
5.    Memberikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktivitas dijadwalkan

1.    Memantau suhu klien (derajat dan pola) perhatikan menggigil
2.    Memantau suhu lingkungan
3.    Memberikan kompres hangat, hindari penggunaan alkohol.
4.    Mengganti baju bila basah dengan pakaian yang menyerap keringat
5.    Mengobservasi tanda-tanda vital terutama suhu

1.    Memberikan makanan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat
2.    Mengkaji riwayat nutsisi termasuk makanan yang disukai, observasi dan catat masukan makanan klien
3.    Menimbang berat badan
4.    Memberikan dan membantu hygiene mulut yang baik sebelum dan sesudah makan
·   Klien mengatakan tidak merasakan nyeri lagi setelah dilakukan tindakan dengan skala nyeri 0 (tidak nyeri)



















·       Klien mengatakan suhu tubuh terasa normal (37oC), dan tidak pernah mengalami kedinginan lagi setelah dilakukan tindakan










·       Klien mengatakan nafsu makan kembali normal dan berat badan naik (47 Kg) setelah dilakukan tindakan


5.    Evaluasi

No.
Hari/ tanggal
Pukul
No. Dx
Evaluasi
Paraf
1.















2.















3.
Senin, 14 april 2011














Senin, 14 april 2011














Senin, 14 april 2011

08:00 WITA














10:30
WITA














15:30 WITA
1.















2.















3.
S :
·      Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang setelah dilakukan tindakan
·      Klien mengatakan nyerinya terletak dibagian kepala sebelah kiri selama beberapa menit
O :
·       Skala nyeri 1 (nyeri ringan)
·       Klien tampak rileks dan dapat tidur atau istirahat dengan tenang
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan

S :
·      Klien mengatakan suhu tubuh menurun dan tidak mengalami kedinginan lagi
O :
TTV
·      Suhu : 38oC
·      TD : 90/60 mmHg
·      RR : 20 X/ menit
·      Nadi : 100 x/  menit
·      Klien tampak lebih nyaman
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan

S :
·      Klien mengatakan mengalami peningkatan nafsu makan
O :
·      Klien mampu menelan makanan > 6 sendok makan
·      BB : 45 Kg
A :
Masalah teratasi sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan
















No.
Hari/ tanggal
Pukul
No. Dx
Evaluasi
Paraf
1.












2.
















3.
Selasa, 15 april 2011











Selasa, 15 april 2011















Selasa, 15 april 2011
08:00 WITA











10:30 WITA















15:30 WITA
1.












2.
















3.
S :
·       Klien mengatakan tidak merasakan nyeri lagi setelah dilakukan tindakan
O :
·       Skala nyeri 0 (tidak nyeri)
·       Klien tampak rileks dan dapat tidur atau istirahat dengan tenang
A :
Semua masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan

S :
·       Klien mengatakan suhu tubuh terasa normal dan tidak pernah mengalami kedinginan lagi
O :
TTV
·      Suhu : 37oC
·      TD : 100/70 mmHg
·      RR : 19 X/ menit
·      Nadi : 90 x/  menit
·       Klien terlihat lebih nyaman dan rileks
A :
 Semua masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan
S :
·       Klien mengatakan nafsu makan kembali normal dan berat badan naik
O :
·       Klien mampu menghabiskan satu porsi makanan
·       BB : 45 kg
A :
Semua masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan

















 
Blogger Templates